Cara Merawat Karpet

Cara Merawat Karpet Bentuk Tile Agar Tetap Bersih dan Awet

Karpet atau permadani merupakan alas lantai untuk menambah kenyamanan dan estetika hunian dan bangunan. Karpet diduga berasal dari Persia pada tahun 500 SM yang dibuat dari bulu domba. Sebelum itu, penggunaan karpet memanfaatkan kulit binatang sebagai alas lantai, meja, atau dinding. Teknologi karpet kemudian cepat berkembang di sekitar Timur Tengah dan Asia Tengah yang dikembangkan semasa dinasti Abbasiyah, Andalusia, dan Ottoman Turki. Saat itu karpet merupakan komoditas andalan yang menyebar ke Eropa melalui jalur sutra dan ke seluruh dunia melalui pelayaran Bangsa Arab. Corak dan motif karpet saat itu didominasi oleh bentuk geometris dan floral.

Di tanah air, masyarakat mengenal karpet dari para pedagang Arab yang berharga sangat mahal. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan tikar dari anyaman bambu atau daun pandan sebagai alas lantai atau alas tidur. Dengan berkembangnya teknologi, maka karpet dapat diproduksi secara massal sehingga harga karpet semakin murah. Sekarang, keberadaan karpet mudah dijumpai di banyak bangunan dan hunian seperti rumah tinggal, hotel, masjid, dan bangunan lainnya.

Cara Merawat Karpet Tile 

Saat ini kita mengenal ukuran karpet yang beragam dengan peruntukan yang berbeda. Tetapi secara umum, karpet memiliki ukuran standar yakni 120 x 210 CM. Pada fungsi-fungsi tertentu, ukuran karpet dapat diperluas atau diperpanjang seperti halnya karpet masjid. Karpet berukuran besar ini tentu cukup merepotkan penghuni rumah. Untuk menyiasati hal ini, maka dibuatlah karpet dalam potongan kecil berukuran 50 x 50 CM yang disebut karpet tile. Karpet ukuran ini lebih fleksibel sehingga mampu mengisi ruang tanpa memotong atau merusak karpet.

Dalam hal perawatan, karpet tile tergolong mudah dan murah jika dibandingkan dengan karpet gulungan atau karpet lebar. Bentuknya yang terpotong-potong ini dapat mempermudah dalam hal perawatan. Begini caranya.

1. Penempatan

Tempatkan karpet pada ruang yang jauh dari debu, seperti kamar tidur, ruang keluarga, atau ruang tamu. Jangan letakkan karpet pada ruang yang mobilitasnya sangat tinggi, seperti ruang makan atau yang berdekatan dengan rak sepatu. Penempatan karpet pada wilayah ini sangat berisiko kotor akibat tumpahan makanan dan minuman serta debu dari sepatu.

Cara Merawat Karpet Tile 

2. Membersihkan Secara Rutin

Karpet dengan bulu-bulu halus mudah disusupi debu dan kutu. Oleh karena itu, bersihkan karpet secara rutin dengan menggunakan vacuum cleaner seminggu sekali atau mencuci karpet setiap enam bulan di pusat pencucian laundry. Jangan mencuci karpet secara mandiri jika tidak mampu membuat karpet benar-benar kering akibat kurangnya lahan untuk menjemur. Karpet yang tidak kering sempurna justru dapat meningkatkan bakteri serta aroma yang tidak sedap.

3. Segera Bersihkan

Karpet seringkali terkena noda basah akibat ulah hewan peliharaan atau tersiram minuman. Karpet yang terkena noda basah ini harus segera dibersihkan dan jangan menunggu hingga kering. Sebab kotoran yang telah mengering sangat sulit dibersihkan. Jangan mengusap noda begitu saja, sebab noda akan mengotori bagian karpet lainnya. Gunakan lap bersih dan kering yang telah dilumuri campuran lemon, cuka dan air Kemudian tekan pada noda hingga noda terhisap oleh kain. Jika tetap mengalami kesulitan dalam membersihkan, sebaiknya menggunakan jasa pembersih karpet yang mudah ditemukan di internet. Karena karpet jenis tile berukuran kecil, maka tidak sulit untuk membawa karpet ini.

Semoga berbagai informasi yang telah disajikan bermanfaat. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *