Cara Paling Tepat Menata Ruang Kelas Untuk Anak Usia Dini

Anak usia dini merupakan anak yang sedang ada dalam usia kritis di mana apa yang sedang dialaminya pada usia ini, akan selalu menempel dalam memorinya baik sadar maupun tidak sadar sampai Ia dewasa dan tua.

Anak usia dini merupakan anak yang dalam tahap belajarnya Ia sedang ada di tahap pertama di mana anak usia dini mencoba mengetahui hal-hal baru. Untuk itu dalam proses membantu pembelajarannya, segala sesuatu yang disodorkan kepada anak usia dini haruslah hati-hati dan tepat karena kalau tidak itu akan berdampak buruk. Termasuk mengenai tata ruang kelas untuk anak usia dini. Para guru dan pengelola sekolah harus tepat dalam memasang furnitur, wallpaper dinding dan bagian-bagian ruang agar perkembangan anak usia dini terfasilitasi dengan tepat.

Cara Menata Ruang Kelas yang Tepat Untuk Anak Usia Dini

Cara menata ruang kelas untuk anak usia dini pernah diatur dalam beberapa peraturan, salah satunya seperti dalam aturan kurikulum yang dikeluarkan oleh kementrian pendidikan. Adapun cara menata ruang kelas yang benar-benar tepat adalah:

1. Prinsip penataan kelas berdasarkan kurikulum 2013

Menurut aturan kurikulum 2013, mau bagaimanapun penataan ruang kelas anak usia dini pada nantinya, yang penting memenuhi beberapa prinsip berikut:

Aman, nyaman, dapat dijadikan ruang yang eksploratif, dapat berinteraksi dengan lingkungannya, dapat sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini, memperhatikan anak (dalam hal karakter, latar belakang keluarga, kemampuan anak, lingkungan dan budaya yang melingkupi anak), mendukung kegiatan bermain baik individual, kelompok kecil maupun besar, dapat mengembangkan kepercayaan diri dan kemandirian serta dapat mendukung perkembangan semua aspek.

2. Pemilihan furniture

Pemilihan furnitur anak usia dini tidak dapat disamakan dengan orang dewasa, pemilihan meja dan kursi anak usia dini harus disesuaikan baik ukuran maupun beratnya. Hal ini untuk memudahkan anak-anak dan membuat mereka nyaman di kelas.

Selain ukuran dan berat, meja dan kursi anak usia dini di kelas juga harus berbentuk tumpul agar tidak melukai anak-anak.

Jika akan mengaplikasikan kursi plastik, pakailah kursi plastik yang tidak licin saat digunakan maupun tidak licin di lantai. Jika kursi kayu yang akan dipakai, pastikan cat kursi tidak berbahaya.

Untuk loker, terapkan loker yang mudah dijangkau oleh anak-anak sehingga mereka tidak kesulitan saat menyimpan maupun menggapai barang mereka.

3. Warna kelas

Secara umum yang kita tahu mengenai kelas anak usia dini pasti kental dengan ciri khasnya yang berwarna ceria lengkap dengan gambar-gambar menarik. Namun berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh jurnal psychologycal science mengatakan bahwa ruang kelas yang terlalu ramai justru tidak baik untuk anak, hal ini dikarenakan fokus anak lebih cenderung ke warna dan gambar yang menempel di dinding kelas daripada ke pelajaran yang disodorkan sang guru. Untuk itu aplikasikanlah warna dan gambar yang tidak terlalu ramai. Pilihlah wallpaper yang sederhana dengan harga wallpaper dinding murah yang justru dapat menekan pengeluaran untuk dinding kelas sehingga danannya dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain.

4. Klasifikasi kelas

Untuk mendukung keaktifan dan perkembangan anak usia dini di kelas, sebaiknya buatlah kelas-kelas tertentu yang spesifik. Kelas-kelas tersebut dapat berupa:

  • Kelas balok yang memfasilitasi anak untuk mengetahui mengenai ukuran dan bentuk
  • Kelas main peran kecil untuk memfasilitasi kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan berbahasa
  • Kelas main peran besar untuk memfasilitasi kemampuan berpikir abstrak dan kemampuan berbahasa serta kemampuan mengelola emosi
  • Kelas seni untuk memfasilitasi anak dalam mengetahui ragam jenis kesenian sekaligus mempraktekkannya
  • Kelas alam yang memfasilitasi anak untuk mengetahui alam serta menjaganya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *