Fungsi Batu Split Berdasarkan Jenisnya

5 Fungsi Batu Split Berdasarkan Jenisnya

Batu split atau batu belah pada dasarnya merupakan batu yang sama dengan dengan batu besar pada umumnya, hanya saja ukurannya yang dipecah menjadi lebih kecil sesuai dengan kebutuhan. Proses pemecahan dari batu besar menjadi ukuran yang lebih kecil dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin penghancur untuk mendapatkan ukuran yang lebih presisi. Kemudian pecahan batu yang lebih kecil akan dipisahkan berdasarkan ukuran untuk keperluan masing-masing.

Jenis Ukuran Batu Split

Fungsi Batu Split Berdasarkan Jenisnya

Sebab proses pembuatannya dengan cara dibelah, batu belah memiliki ukuran yang beragam. Batu gajah atau elephant stone adalah batu dengan ukuran yang paling besar di antara jenis batu belah lainnya. Selain itu terdapat juga batu belah berukuran 20 sampai 30 mm, 10 sampai 20 m, 5 sampai 10 mm serta ukuran yang paling kecil 0 sampai 5 mm.

Pada dasarnya batu belah diandalkan sebagai material dasar pengecoran beton, namun dengan ukuran yang berbeda batu belah tersebut memiliki fungsi masing-masing. Karena itu pula, tentunya harga batu split juga beragam yang ditentukan bukan berdasarkan ukuran melainkan kualitas bebatuan.

5 Fungsi Batu Split Berdasarkan Jenisnya

Untuk mendapatkan hasil maksimal, ada baiknya jenis ukuran batu digunakan sesuai dengan fungsi masing-masing. Berikut adalah lima fungsi batu belah berdasarkan jenisnya.

1. Sebagai Pemecah Ombak

Untuk mereduksi ombak besar di daerah pantai, tipe elephant stone mengambil peran penting untuk memecah ombak. Biasanya para kontaktor memanfaatkan batu jenis ini dalam proyek reklamasi pantai serta pembuatan dermaga kecil. Ukuran elephant stone yang besar memiliki daya tahan tinggi yang cocok dijadikan sebagai pondasi.

2. Menimbun Lahan

Bukan hal baru jika lahan yang semula adalah perairan kini menjadi dataran. Elephant stone masih menjadi andalan untuk menimbun lahan berupa perairan menjadi daratan agar strukturnya menjadi lebih stabil. Misalnya berupa danau atau rawa. Jika setelah dipadati dengan elephant stone masih belum cukup stabil, maka lahan dapat diisi dengan jenis batu split lainnya seperti batu sirtu atau batu agrerat tipe A, agrerat tipe B dan agrerat tipe C yang ukuran lebih kecil untuk mengisi sela-sela yang masih kosong.

3. Peredam Getaran Pada Jalur Rel Kereta Api

Sering kita temui bebatuan yang mengikuti sepanjang jalur rel kereta api. Bebatuan tersebut memiliki fungsi penting sebagai peredam getaran akibat gesekan rel dengan roda kereta saat perlintasan. Hal ini bertujuan agar getaran tidak mengganggu aktivitas di daerah sekitar perlintasan kereta api. Bebatuan yang dipakai adalah split stone berukuran 30 sampai 50 meter.

4. Pondasi Cakar Ayam

Fungsi split stone yang paling popluer adalah sebagai pondasi. Batu course yang memiliki ukuran 20 sampai 30 mm diandalkan sebagai penjaga kestabilan struktur pondasi, serta bagian pemberat pada pemasangan pipa di dalam laut.

5. Material Pengecoran Beton Dan Jalan

Fungsi lain yang tak kalah populer dari batu belah adalah sebagai material beton dan jalan. Biasanya batu yang digunakan adalah batu belah berukuran 20 sampai 10 mm, 10 sampai 5 mm. Untuk mengisi kepadatan struktur bangunan tanpa memberikan beban lebih, batu split tipe ini memiliki keuntungan berupa bobotnya yang ringan. Beton ready mix atau ready mix plant adalah contoh penggunaan batu belah sebagai material pengecoran beton, jalan dan jembatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *