Fungsi Utama Floor Harderner

Kenali Fungsi Utama Floor Harderner

Salah satu bagian yang menjadi pekerjaan lantai pada sebuah proyek konstruksi adalah pekerjaan floor hardener. Tahukah Anda apa itu floor hardener? Istilah ini mungkin sedikit asing di telinga Anda. Padahal, bentuknya bisa hampir Anda jumpai tiap harinya.

Floor hardener merupakan komposisi bentuk sebuah partikel yang sengaja dibuat dalam ukuran dan spesifikasi yang bertingkat. Floor hardener biasa digunakan sebagai bahan tambahan atau campuran semen dan batu yang berguna untuk memberikan level kekerasan ekstra pada lantai beton. Selain semen dan batu, campuran bahannya bisa terdiri dari pasir, grading, semen, sika, pigmen, dan masih banyak lagi. Bahan ini pula yang menentukan harga floor hardener.

Materi dari floor hardener memiliki bentuk bubuk atau powder yang kemudian ditaburkan pada beton yang basah. Setelah itu, trowel finish dilakukan demi menghasilkan permukaan lantai yang jauh lebih keras, namun tetap halus dan rata. Proporsi kekerasan pada permukaan yang Anda dapatkan ini bisa awet sampai dengan 50 persen dibanding masa pakai standar pada lantai beton biasa. Sebab materinya mengisi setiap celah kecil pada pori-pori lantai dan menyatukannya.

Nah kehadiran sika floor hardener atau jenis lainnya ini bisa Anda temui pada proyek-proyek yang besar, misalnya proyek jalan beton, gudang, pabrik-pabrik besar, tempat parkit, bengkel, platform kereta api, jalan raya, landasan pacu, dan di banyak tempat yang sering kali dilalui beban berat setiap harinya.

Nah, sebenarnya apa sih fungsi paling utama dari floor hardener? berikut informasinya.

Fungsi Utama Floor Hardener

Diambil dari kata hardener, maka sudah pasti fungsi yang dimiliki adalah sebagai penguat, dalam hal ini adalah lantai. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa fungsi utama dari floor hardener adalah untuk memperkuat permukaan pada lantai beton terhadap segala jenis gesekan, khususnya beban berat ataupun terhadap benturan.

Fungsi ini diperkuat dalam pengaplikasiannya yang disesuaikan dengan kondisi pada lalu lintas di tempat tersebut, misalnya, bila lalu lintasnya kecil di mana biasa terjadi pada lantai gudang atau garasi, maka floor garderner yang digunakan sebanyak 3 kg/m2. Sementara untuk lalu lintas yang sedang misalnya pada area parkir atau pabrik, takaran yang bisa digunakan sejumlah 5 kg/m2. Untuk lalu lintas yang tinggi misalnya pada area industri berat, maka yang digunakan sebanyak 7 kg/m2. Dengan demikian tentu harga floor hardener beragam.

Dalam menggunakan sika floor hardener pun tak boleh sembarangan. Agar fungsinya terpenuhi, tahap demi tahap harus dilakukan dengan benar, mulai dari menyiapkan lantai, meratakan beton dengan bantuan besi, menghaluskannya, menaburi bubuk floor hardener, penghalusan, dan tahapan-tahapan penting lainnya. Selain itu kekuatan dari lantai juga bisa ditentukan dengan pemakaian baling logam yang diputar secara halus, di mana teknik penghalusannya dengan mengaplikasikan tenaga putaran yang harus tinggi.

Nah, untuk melakukan analisis pada harga floor hardener, Anda bisa menggunakan dua komponen utama, yang pertama yaitu dengan Anda mengukur total takaran dari floor harder yang akan Anda gunakan, tentunya berkaitan dengan luas lantai beton Anda dan durasi waktu pengerjaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *