Sejarah Epoxy

Inilah Sejarah Epoxy yang Jarang Diketahui!

Untuk memaksimalkan fungsi lantai dengan daya tahan yang lebih maksimal dan tampilan yang menarik, dalam dunia konstruksi ada sebuah istilah yang dikenal dengan sebutan epoxy. Sejak awal muncul di Indonesia, kualitas lantai yang dilapisi epoxy cukup memukau banyak orang, tetapi masih jarang yang menggunakannya karena harganya sangat mahal. Namun saat ini epoxy lantai sudah banyak digunakan di tempat umum, di mana segala kelebihan yang dirasakan sekarang tentu tidak lepas dari sejarah panjang dibaliknya.

Definisi Epoxy Pada Lantai

Sejarah Epoxy

Istilah epoxy sendiri sebenarnya diambil dari sebuah bahan kimia sejenis resin dari hasil polimerisasi epoxida. Yang membedakan bahan kimia ini dengan yang lainnya adalah pada sifatnya yang bisa menimbulkan reaksi pada bahan kimia lain seperti asam fenol, dan alkohol.

Ketika bahan-bahan kimia ini disatukan, maka epoxy tadi akan bereaksi dengan mengubah sifat benda yang tadinya cair menjadi sangat padat dan tahan terhadap suhu yang tinggi. Tidak hanya itu, bahan ini juga mampu menghasilkan panas internal yang mampu merekatkan cairan dengan sangat baik, termasuk dalam hal ini adalah beton sebagai bahan dasar lantai.

Sejarah Penemuan Epoxy

Sejarah Epoxy

Epoxy pertama kali ditemukan pada tahun 1927 tepatnya di Amerika Serikat dengan segala keunikan dari sifat-sifatnya yang bereaksi pada bahan tertentu. Sejak pertama ditemukan, reaksi unik ini terjadi pada kondensasi epoxida dan amina sebelum akhirnya di uji coba dengan bahan kimia lainnya.

Percobaan terhadap penemuan ini terus dilakukan sampai ke Swiss, dan dikembangkan untuk mengetahui fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, di tahan 1946 ditemukan fungsi epoxy lantai sebagai lem atau perekat dan tahun 1947 dimanfaatkan sebagai pelapis dengan kualitas bahan yang lebih ramah lingkungan.

 Awal Mula Epoxy Menjadi Komersial

Sejarah Epoxy

Karena banyak yang meneliti dan melakukan uji coba pada resin epoxy, akhirnya penemuan epoxy berbasis bisphanolA  dilisensi sebagai CIBA sebagai karya dari dokter Piere Castan yakni orang berkembangsaan Swiss. Ciba inilah yang menjadi Ltd dari Swiss sebagai salah satu dari 3 produsen resin di dunia.

Namun, produsen Ciba mengalami penurunan sehingga dijual lagi sebagai material unit bisnis pada tahun 1990 kepada perusahaan Amerika Serikat. Setelah itu, dokter S.O Greenlee dari Amerika yang membeli penemuan tadi bekerja sama dengan Devoe Reynolds. Dan keduanya melakukan percobaan selama 9 tahun. Dari percobaan tersebut ditemukan hasil epoxy resin yang terbaik ketika digunakan untuk melapisi lantai yang terbuat dari beton dan penemuan ini pun dipatenkan dan dijual kembali pada Shell Chemical.

Perkembangan Epoxy Lantai Saat Ini

Sejarah Epoxy

Walaupun pada awalnya asing, namun karena kebutuhan konstruksi semakin berevolusi, maka epoxy lantai mulai digunakan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Cat ini dimanfaatkan sebagai pelapis beton dengan daya tahan yang maksimal khususnya pada permukaan lantai.

Cat epoxy terus berkembang sehingga tidak hanya unggul dari segi daya tahannya, namun juga memaksimalkan nilai estetikanya. Hal ini terbukti dari banyaknya warna dan pola yang bermunculan dan bisa disesuaikan dengan minat penggunanya.

Demikianlah sejarah singkat dari penemuan epoxy mulai dari penemuannya yang menunjukkan reaksi unik, hingga akhirnya dikembangkan sebagai bahan konstruksi. Dengan mengetahui sejarah ini seharusnya membuat anda lebih yakin dalam mengaplikasikan nya untuk lantai di area tertentu. Terlebih kelebihan epoxy lantai ini sudah terbukti sehingga penggunaannya semakin banyak dan tidak mengalami penurunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *