Desain Interior Klinik Anak

Tips Mendekor Interior Klinik Kesehatan Anak

Lingkungan klinik yang menyenangkan adalah salah satu cara untuk menarik minat anak-anak pergi ke dokter. Kesan seram akibat jarum suntik dapat dikurangi dengan konsep desain interior yang membuat anak merasa rileks. Tak hanya klinik anak, jenis klinik lainnya pun telah menerapkan desain interior yang dapat meningkatkan pengalaman pasien saat berobat.

Desain fasilitas medis harus mengikuti prinsip kerja obat, yakni berdasarkan penelitian ekstensif, keputusan dengan basis data, dan penilaian ulang secara konsisten. Pendekatan estetika sebuah klinik mengharuskan setiap desainer untuk mengenali detail setiap material yang digunakan. Petimbangan fungsional menjadi lebih luas sebab mencakup tentang hal-hal medis.

Inspirasi Desain Interior Klinik Anak

Desain interior klinik kesehatan anak identik dengan penggunaan wallpaper dinding. Banyak toko yang jual wallpaper anak khusus untuk memenuhi kebutuhan klinik, baby day care, ataupun sekolah usia dini. Hal mendasar yang harus diperhatikan oleh para desainer interior klinik adalah desain yang dirancang harus mampu mengakomodir kebutuhan teknis para staf medis dan kenyamanan pasien.

Desain yang kreatif, inovatif, dan fungsional akan mampu memberikan sugesti positif untuk para pasien. Bahkan para dokter dan staf medis juga.  Berikut ini tips inspirasi desain interior untuk klinik kesehatan anak:

1. Hindari Penggunaan Nuansa Putih

Anak-anak cenderung takut berinteraksi dengan dokter dan klinik sebab bayangan berlebih mengenai jarum suntik dan obat-obatan.  Mindset bahwa klinik adalah tempat yang membosankan dan seram hampir tertanam di benak mayoritas anak-anak.  Hal inilah yang harus dihilangkan melalui tampilan desain interior klinik.

Warna putih terkesan erat dengan warna tempat di mana orang-orang sakit berada.  Kamu bisa menggunakan pastel dan memadukannya dengan beragam motif wallpaper anak.  Harga wallpaper anak cukup terjangkau untuk di hampir seluruh dinding klinik. Untuk menarik perhatian anak, gunakan motif yang erat dengan kepribadian mereka, seperti misalnya motif superhero dan tokoh fairy tales.

Saat melihat tokoh jagoan atau idolanya, anak-anak akan termotivasi.  Keberanian mereka menghadapi jarum suntik dapat dipicu melalui gambar-gambar di dinding.  Hal ini akan memudahkan orang tua untuk menarasikan keberanian saat anak merasa takut di dalam klinik.

2. Gunakan Furnitur yang Menarik

Furnitur yang diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan cenderung monoton.  Seperti kursi putih panjang yang kesannya kaku dan statis.  Furnitus jenis ini sangat membosankan bagi anak.

Sebaiknya gunakan kursi warna-warni yang bisa menimbulkan suasana taman bermain. Kursi jenis ini banyak ditemukan di kantor-kantor start up yang bergaya dinamis. Suasana riang adalah kunci agar anak-anak betah berada di dalam klinik saat mereka sedang menunggu antrian.

Selain furniture, desainer juga bisa menambahkan wallpaper di dinding.  Beberapa toko jual wallpaper anak akan memberikan rekomendasi motif dan cara penerapannya agar berfungsi secara maksimal. Tambahkan juga televisi yang menampilkan tayangan film dan video kesukaan anak-anak.

3. Warna Warni di Ruang Periksa

Ruangan dokter atau ruang periksa adalah ruang paling horor bagi anak saat sudah berada di dalam klinik.  Konsep interior ruang periksa harus lebih menarik dibanding ruang tunggu.  Banyak warna dan motif sesuai harga wallpaper anak yang bisa diterapkan di ruangan ini.  Jangan gunakan tempat tidur berwarna hitam sebab terkesan dingin dan kaku.  Salah satu ide tema ruang periksa yang bisa kamu terapkan adalah nuansa di dalam wahana bersama ikan lumba-lumba. Secara psikologis, warna biru laut memang dapat memberikan efek menenangkan dan memicu rasa optimis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *